Lompat ke isi
KLOPT
Produk Mesin pajak Dua buku AI Demo Harga Keamanan Tentang Kontak
Minta demo Masuk ke aplikasi
Dibuat untuk era Coretax

Pembukuan Anda cocok dengan data DJP. Tiap bulan.

DJP sudah pegang faktur pajak, bukti potong, dan mutasi rekening Anda sebelum Anda lapor. KLOPT membandingkan pembukuan Anda dengan data itu setiap bulan, lalu menunjukkan selisihnya sekarang — bukan setelah suratnya datang.

Data disimpan di Indonesia Harga tetap, pengguna sebanyak apa pun Laporan akuntansi & pajak sekaligus

Ini tampilan asli KLOPT dengan angka contoh. Klik menu di kiri — ada tujuh layar yang bisa dibuka.

0 pemeriksaan
Berjalan otomatis tiap bulan: PPN keluaran, PPN masukan, PPh 23, dan PPh 21
0 pembukuan
Bukan dua sistem yang harus dicocokkan. Laporan akuntansi dan laporan pajak dibaca dari jurnal yang sama
0 pembulatan liar
Nilai uang tidak pernah disimpan sebagai bilangan pecahan komputer. Cara membulatkannya diambil dari aturan pajaknya
Rp0–30 jt
Biaya konsultan pajak per bulan. Itu pembanding harga kami, bukan software akuntansi Rp300 ribu
Apa yang berubah

Dulu susahnya mengumpulkan angka. Sekarang susahnya membuktikan angkanya cocok.

Angka Anda sudah ada di tangan DJP. Yang mereka periksa bukan lagi kelengkapan laporan Anda, tapi apakah laporan itu cocok dengan data yang sudah mereka punya.

Data Anda sudah ada di sana

Faktur pajak, bukti potong, dan mutasi rekening masuk ke Coretax sebelum SPT Anda dikirim. Laporan Anda jadi bahan pembanding, bukan informasi baru.

Selisih ketahuan dari komputer

Dulu selisih baru ketahuan saat ada pemeriksaan lapangan. Sekarang cukup dibandingkan di layar kantor pajak.

Cek setahun sekali sudah kelewat

Selisih yang baru ketahuan sebelas bulan kemudian berarti mencari dokumen yang orangnya sudah lupa dan berkasnya sudah pindah gudang.

Empat hal yang dibandingkan tiap bulan

Jadi yang Anda butuhkan bukan software akuntansi yang lebih rapi

Anda butuh pembukuan yang tiap hari tahu berapa bedanya dengan data DJP, dan bisa menjelaskan setiap rupiah beda itu pakai dokumen dan pasalnya. Itu yang KLOPT kerjakan.

Lihat cara kerjanya
Bedanya di sini

Satu pembukuan, dua laporan. Tidak ada yang perlu dicocokkan.

Setiap perusahaan sebenarnya punya dua versi laba: versi akuntansi dan versi pajak. Keduanya memang beda, dan seharusnya beda. Pertanyaannya cuma satu: bedanya diurus bagaimana?

  • Tidak ada input dua kali. Satu transaksi dicatat sekali. Sistem yang menentukan laporan mana yang melihatnya: keduanya, akuntansi saja, atau pajak saja.
  • Tidak ada yang perlu dicocokkan. Dua angka yang diambil dari baris yang sama tidak mungkin beda. Sisanya tinggal menjelaskan koreksi yang memang sengaja dibuat.
  • Koreksi fiskal bukan kerjaan Desember. Koreksinya menempel di akun dan transaksinya sejak awal, dan kertas kerjanya terkumpul sendiri sepanjang tahun.
  • Ubah satu transaksi, dua laporan ikut berubah. Saat itu juga. Tidak ada langkah kedua yang bisa terlupa.
Penjelasan lengkapnya
Semuanya dari jurnal yang sama Juli 2026
Penjualan barang kena PPN Keduanya

Masuk laporan akuntansi dan laporan pajak sama persis.

Beban entertainment tanpa daftar nominatif Akuntansi saja

Diakui sebagai biaya di laporan keuangan, tapi tidak boleh mengurangi pajak.

Kelebihan penyusutan menurut aturan pajak Pajak saja

Hanya muncul di perhitungan pajak, karena cara menyusutkannya berbeda.

Bunga deposito Akuntansi saja

Sudah dipotong PPh final, jadi tidak dihitung lagi di PPh Badan.

Empat baris di atas berasal dari satu pembukuan. Tidak ada yang diketik dua kali, jadi tidak ada yang bisa beda.

Cara kerjanya

Ketik sekali. Sisanya sistem yang buat.

Satu faktur penjualan yang dicatat benar langsung menghasilkan jurnal, baris e-Faktur, baris pencocokan pajak, umur piutang, dan kertas kerja pemeriksaan. Tanpa satu angka pun diketik ulang.

Catat satu transaksi

Pilih pelanggan, isi barangnya, tentukan tanggal. Status PKP dan termin pembayaran sudah tersimpan di data pelanggan, jadi staf Anda tidak perlu ditanya soal pajak sama sekali.

Jurnalnya terbentuk sendiri

Debit dan kredit disusun sistem dari isi transaksinya, dijamin seimbang, dan langsung masuk ke laporan akuntansi maupun laporan pajak.

Kewajiban pajaknya ikut terbentuk

Baris e-Faktur bulan ini, PPN keluaran, potensi PPh yang harus dipotong, dan posisi kurang atau lebih bayar bulan ini. Semua dihitung, bukan diketik.

Tiap tutup bulan, angkanya dicocokkan

Empat pemeriksaan yang sama dengan yang dipakai pemeriksa pajak berjalan otomatis. Tiap selisih dicarikan penjelasannya, dan yang tidak ketemu penjelasannya ditandai jelas-jelas.

Kertas kerja siap sebelum diminta

Waktu menyusun SPT Tahunan atau waktu SP2DK datang, berkasnya sudah lengkap. Setiap angka bisa ditelusuri sampai ke dokumen aslinya.

Isinya apa saja

Sepuluh modul, satu pembukuan

Fitur yang biasanya butuh tiga sistem terpisah — akuntansi, persediaan, dan pajak — ada di satu tempat.

Penjualan

Penawaran, pesanan, surat jalan, sampai faktur. Status PKP pelanggan sudah tersimpan di data pelanggan, jadi PPN-nya ikut otomatis.

Pembelian

Tagihan vendor masuk lengkap dengan PPN masukan. Sistem tahu sendiri mana yang kena potong PPh 23, dari jenis transaksinya.

Persediaan & produksi

Stok per gudang, harga pokok, resep produksi, dan nilai barang yang masih dalam proses.

Kas & bank

Terima uang, bayar tagihan, transfer antar rekening, cocokkan rekening koran, dan hitung kas fisik lengkap dengan berita acaranya.

Aset tetap

Satu aset, dua perhitungan penyusutan: satu untuk laporan keuangan, satu untuk pajak. Selisihnya jadi koreksi fiskal otomatis.

Penggajian & PPh 21

Gaji, tunjangan, BPJS, dan PPh 21. Setiap angka di slip gaji bisa ditelusuri sampai ke komponennya.

Buku besar

Jurnal yang tidak bisa dihapus atau diubah, daftar akun dengan perlakuan pajaknya, transaksi rutin, dan tutup buku per bulan.

Laporan keuangan

Neraca, laba rugi, arus kas, neraca lajur, dan catatan laporan. Versi akuntansi dan versi pajak tampil berdampingan.

Pusat pajak

Pencocokan bulanan otomatis, koreksi fiskal lengkap dengan pasalnya, kertas kerja, dan nilai risiko sebelum SPT dikirim.

Hak akses & kontrol

16 jenis izin untuk 7 peran, alur persetujuan, catatan siapa mengubah apa, dan impor data yang dicek baris per baris.

Pencocokan pajak

Dicek tiap bulan, bukan tiap bulan Maret

Empat pemeriksaan yang sama dengan yang dipakai pemeriksa pajak berjalan otomatis tiap tutup bulan. Selisihnya dicarikan penjelasan di data Anda sendiri. Yang tidak ketemu penjelasannya ditulis apa adanya sebagai belum dijelaskan.

  • PPN keluaran dibanding omzet di pembukuan
  • PPN masukan dibanding pembelian dan biaya
  • Bukti potong PPh 23 dibanding biaya jasa
  • PPh 21 dibanding biaya gaji
Lihat selengkapnya
Hasil pencocokan Juli 2026 3 dari 4 bersih
PPN keluaran vs omzet Rp83.000.000 Sudah dijelaskan
PPN masukan vs pembelian Rp146.000.000 Sisa Rp6,5 jt
PPh 23 vs biaya jasa Nihil Cocok
PPh 21 vs biaya gaji Rp13.500.000 Sudah dijelaskan

Rp6.500.000 belum ada penjelasannya. Sistem tidak menebak-nebak dan tidak memaksa angkanya cocok. Pertanyaannya dimunculkan sekarang, sebelas bulan sebelum orang lain yang menanyakannya.

AI

AI-nya menyiapkan pekerjaan, bukan memutuskan pajaknya

Ada dua tanda yang dipakai di seluruh aplikasi. Tinta untuk angka yang sudah disetujui manusia. Pensil untuk apa pun yang berasal dari AI: warnanya abu, garisnya putus-putus, dan selalu bisa dihapus.

Selalu berupa usulan

Hasil AI tidak pernah langsung masuk buku besar. Ia muncul sebagai usulan yang menunggu disetujui, dan kalau ditolak tidak meninggalkan jejak apa pun.

Pasalnya diambil, bukan dikarang

Rujukan pasal bukan kalimat yang ditulis AI, tapi diambil dari daftar aturan di sistem. Karena itu AI tidak mungkin menyebut pasal yang sebenarnya tidak ada.

Dilarang menghitung pajak

Larangan ini dipasang di struktur kodenya, bukan cuma ditulis di aturan internal. Kalau ada yang mencoba memanggil AI dari perhitungan pajak, programnya gagal dibangun.

Contoh usulan AI — belum mengubah catatan apa pun

“Selisih PPN masukan Rp6.500.000 mirip pola tiga faktur vendor yang tanggal fakturnya beda bulan dengan tanggal pencatatannya. Kemungkinan: BILL-2026-0341, BILL-2026-0352, BILL-2026-0377.”

PMK 18/2021 Pasal 65 3 dokumen sumber Cara kerja AI-nya
Posisi kami

Ada jarak besar antara software akuntansi dan konsultan pajak

Software akuntansi bisa mencatat, tapi tidak menjamin angka pajaknya cocok. Konsultan bisa menjamin, tapi tidak ikut duduk di pembukuan harian Anda. KLOPT berdiri di antaranya.

Kebutuhan Software akuntansi biasa Konsultan pajak KLOPT
Pembukuan harian & laporan keuanganBisaBukan tugasnyaBisa, lengkap
Laporan pajak jalan bareng laporan akuntansiBiasanya modul terpisah, atau tidak adaDisusun manual tiap tahunOtomatis, dari pembukuan yang sama
Pencocokan pajak tiap bulanTidak — kerjaan ExcelBisa, tapi dihitung per jamJalan sendiri tiap tutup bulan
Kertas kerja siap diperiksaTidak adaDibuat saat dibutuhkanTerkumpul sendiri sepanjang tahun
Jurnal tidak bisa diam-diam diubahSebagianTergantung arsip klienTidak bisa dihapus, dan tiap perubahan ketahuan
Dasar hukum menempel di angkanyaTidak adaAda di kepala konsultannyaDiambil dari daftar aturan bertanggal
Biaya per bulanRp150–500 rbRp5–30 jtTetap, pengguna sebanyak apa pun

Tabel ini membandingkan jenis produk, bukan merek tertentu. Kemampuan tiap produk berubah dari waktu ke waktu — cek sendiri sebelum memutuskan.

Bisa dipercaya

Bukan karena kami janji, tapi karena sistemnya menolak

Aturan yang cuma dijaga oleh kode aplikasi pasti kebobolan suatu hari. Karena itu aturan pembukuan di KLOPT dijaga oleh database. Kode yang salah ditolak, bukan dimaafkan.

Keamanan & data

Jurnal tidak bisa diubah

Tidak ada tombol hapus atau edit. Koreksi dilakukan lewat jurnal pembalik yang tersambung ke jurnal aslinya.

Tiap jurnal terkunci ke jurnal sebelumnya

Kalau ada satu angka diubah di tengah tahun, kuncinya putus dan langsung ketahuan saat dicek.

Data antar perusahaan dipisah database

Bukan dipisah oleh kode aplikasi. Satu baris kode yang salah tidak bisa membocorkan data perusahaan lain.

Server di Indonesia

Termasuk lokasi cadangan dan lokasi pemulihan kalau terjadi bencana.

Tanya jawab

Yang paling sering ditanyakan

Software akuntansi biasa memang bagus untuk mencatat. Tapi ada satu pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya: kenapa omzet di SPT Tahunan Anda beda dengan total DPP faktur pajak Anda setahun?

Di sana, mencocokkan angka itu tetap kerjaan Excel bulan Maret. Di KLOPT, pencocokan itu jalan sendiri tiap bulan, dari data yang sama.

Tidak. AI di KLOPT dilarang menyentuh perhitungan pajak, dan larangan itu dipasang di struktur kodenya. Kalau ada yang mencoba, programnya gagal dibangun.

AI mengerjakan yang memang cocok untuk mesin: membaca faktur PDF, menebak akun, menandai transaksi janggal. Hasilnya selalu berupa usulan. Anda bisa menolaknya, dan penolakan itu tidak meninggalkan apa pun di buku besar.

Anda, seperti biasa. Justru karena itu sistemnya dibuat begini: setiap angka pajak diambil dari daftar aturan yang punya tanggal berlaku. Transaksi 15 Maret dihitung pakai aturan yang berlaku 15 Maret, bukan aturan hari ini.

Setiap penilaian juga diberi label apa adanya: pasti, tergantung, atau abu-abu. Sistem yang mengaku semuanya pasti akan kehilangan kepercayaan Anda begitu ada satu yang meleset.

Satu perusahaan dengan riwayat setahun biasanya butuh dua sampai tiga minggu. Minggu pertama impor data pelanggan, vendor, barang, dan saldo awal. Minggu kedua jalan berdampingan dengan pembukuan lama. Lalu pindah.

Sebaiknya jangan pindah di tengah masa pajak. Titik pindah paling bersih adalah awal bulan. Kalau tanggalnya tinggal beberapa hari lagi, lebih baik tunggu bulan berikutnya.

Di Indonesia. Pemisahan data antar perusahaan dijaga oleh database, bukan oleh kode aplikasi. Artinya, satu baris kode yang salah tulis tidak bisa membocorkan data perusahaan lain, karena databasenya sendiri yang menolak.

Penjelasan lengkapnya ada di halaman keamanan.

Ada pertanyaan lain? Kirim ke kami — dijawab orang, bukan bot.

Langkah berikutnya

Lihat pembukuan Anda seperti pemeriksa pajak melihatnya

Empat puluh menit bareng tim kami. Kami siapkan data contoh dari industri Anda, jalankan pemeriksaan empat bulan terakhir, lalu tunjukkan selisih mana yang paling mungkin ditanyakan duluan.

Tanpa kartu kredit. Tanpa ikatan. Data contohnya kami yang siapkan.